SMA Negeri 2 Denpasar (Re’SMAN) sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Bulan Bahasa Bali 2026 pada 9 sampai 11 Februari 2026. Acara ini menjadi wujud nyata komitmen sekolah dalam memperkuat kecintaan siswa terhadap bahasa, aksara, dan sastra Bali di tengah perkembangan zaman.
Kegiatan dimulai pada Senin, 9 Februari 2026, dengan pembukaan yang diawali oleh MC, penampilan taksu, doa bersama, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah laporan ketua panitia dan sambutan Kepala Sekolah, penampilan Revoice membuka rangkaian lomba. Hari pertama menghadirkan dua perlombaan utama: Menyanyikan Lagu Pop Bali dan Lomba Kekawin.
Dalam lomba Menyanyikan Lagu Pop Bali, 24 peserta dari kelas X dan XI tampil dengan penuh semangat. Salah satu peserta, Alvin, menyatakan, “Harapan saya semoga anak muda zaman sekarang lebih mengenal budaya Bali karena di zaman digital ini budaya barat lebih mendominasi.”
Sementara itu, lomba Kekawin menuntut peserta menguasai wirama, penghayatan, serta ketepatan nada. Ita dan Dwik dari kelas XI.D2 mengaku gugup saat tampil. “Bagian paling deg-degan itu ketika mulai nembang karena nada awalnya naik-turun, jadi harus benar-benar mengontrol nada agar tidak lepas,” ungkap mereka. Meskipun belum pernah latihan sebelumnya, pengalaman ini membuka kesadaran mereka akan pentingnya pelestarian kekawin sebagai warisan budaya.
Memasuki Selasa, 10 Februari 2026, perlombaan berlanjut dengan Lomba Nyurat Aksara Bali di Lontar dan Wimbakara Puisi Berbahasa Bali di Gedung PSB Re’SMAN. Lomba nyurat aksara Bali menguji ketelitian dan kecepatan menulis aksara tradisional pada media lontar. Beberapa peserta menyampaikan bahwa lomba ini memberikan pengalaman baru dan menantang dalam memahami aksara tradisional.
Pada sesi puisi, para peserta mengangkat tema Atma Kerthi dengan penghayatan yang kuat dan penuh ekspresi. Salah seorang peserta mengaku awalnya belum pernah menulis puisi, tetapi melalui kegiatan ini ia semakin percaya diri dan kreatif dalam berkarya.
Puncak kegiatan berlangsung pada Rabu, 11 Februari 2026, dengan Wimbakara Dharma Wiwada (Debat Bahasa Bali). Lomba yang mengangkat tajuk “Keberadaan Bahasa Bali pada Era Ini” berlangsung sengit dan penuh semangat seluruh siswa peserta. Setelah melewati babak penyisihan, semifinal, dan final, kelas X.9 berhasil meraih juara pertama, disusul kelas X.4 sebagai juara kedua, serta kelas X.5 sebagai juara ketiga.
Lebih dari sekadar kompetisi, Bulan Bahasa Bali 2026 di SMA Negeri 2 Denpasar menjadi wadah edukatif yang mendorong siswa menggali dan memperluas pemahaman mereka terhadap budaya Bali. Kegiatan ini dinilai berhasil meningkatkan rasa percaya diri, kreativitas, serta rasa bangga terhadap kekayaan budaya daerah. Dengan semangat yang sama, sekolah berharap agar budaya bahasa dan sastra Bali tidak hanya dipelajari sebagai materi pelajaran, tetapi terus dipraktikkan dan diapresiasi dalam kehidupan sehari-hari. Bulan Bahasa Bali 2026 menjadi bukti nyata bahwa Re’SMAN berkomitmen memupuk kesadaran generasi muda akan pentingnya pelestarian identitas budaya lokal.



